Selasa, 23 Oktober 2012

catatan harian rimbawan

rabu, 24 Oktober 2012
catatan harian rimbawan
terinspirasi dari berita-berita kekinian yang beredar

boikot budaya yang memiskinkan! (marjinal)

Selasa, 18 September 2012

SEMPURNA

enyahlah setan setan dalam diri manusia
padamlah api nafsu yang membelenggu jiwa
jangan sekali kali menggoda
kami ini ciptaan Tuhan yang sempurna

terbukalah pintu neraka
tutup pula lah pintu sorga
panjatkan lah doa
panjatkan pula taubat nasuha

hidup beribu kesempatan
hidup beribu kesempitan
lahir beribu harapan
lahir beribu keputusasaan

aku, jika mati hari ini
kamu, jika mati hari ini

-pertemukan aku dengan kesempurnaanku, Tuhan-

Minggu, 08 Januari 2012

ada maling
ada orang teriak maling
ada maling teriak maling
ada orang diteriaki maling


ada polisi
ada jaksa
ada rakyat jelata
ada rakyat ditangkap polisi
ada jaksa yang diadili
ada polisi main hakim sendiri


rakyat teriak
politisi bersorak
pejabat dibalik ketiak


pulanglah..
pulang pada harapan mati
di pusara soekarno, hatta
dikubur hidup-hidup
prajuritmalam





Senin, 07 November 2011

Pangrango 7/10/11

kehidupan setiap insan manusia akan menemukan jalannya masing-masing
dan  sekarang, kami terdampar memutuskan menemui kembali jalan yang telah lama dirindukan
pangrango..


kami terseret cita-cita
terbuai janji mimpi-mimpi
tergoda menikmati alam
terpaksa ingin meninggalkan keramaian
menanti sepi..
lembah mandalawangi..


kala itu kami disambut hujan tropis pertama
kala itu dingin sepanjang mendaki
kala itu malam
kala itu kami lelah
kala itu dingin membadan
kala itu kami mensyukuri karena akhirnya kami di Lembah mandalawangi


malam yang mungkin akan kami kenang
sebagai mozaik kenangan remaja
sebagai malam berlampukan bulan
bulan yang anggun berselimutkan  *****
prajurit malam

Minggu, 06 November 2011

mengelana sepi

sering kali muncul dalam pemikiranku
tiba-tiba tanya menyusup pada perasaanku
dan firasat menghantui pilihan-pilihan dalam hidupku
takut, gelisah, sekaligus melawan bercampur pada optimisme segala harapanku


sering ku sengaja menemui malam
menemani sepi
menghangatkan dingin
dan menyuguhi lapar akan tanya dan firasat-firasat itu
lama berfikir, mencari apa itu makna hidup


makna hidup
tujuan hidup
prajurit malam

mengelana sepi (bg.1)

cinta ini seringkali mengganggu sepiku
sakit ini sombong mendorong egoku
hati ini menipu segala ruang logikaku


ketiadaanmu mengisi ruang fikiranku
diammu berbicara pada sendiriku
wajahmu, parasmu,dan sifatmu
menantang optimisme dan pengharapan yang ada


prajurit malam

Selasa, 11 Oktober 2011

hujan tropis pertengahan oktober 2011



aku tumbuh pada sebuah kesederhanaan
melaju pada semakin bobroknya negeri ini
pada sebuah harapan perubahan menuju demokrasi
-cita-cita adiluhung yang tak tahu justru arahnya akan kemana-
kesejahteraan yang sangat sulit terasakan nikmatnya akibat gonta-ganti kepemimpinan
yang bahkan mungkin tidak lebih baik dari sebuah tirani zaman orde baru


aku lahir pada kondisi lingkungan yang kini tak terperi lagi
pada sejuknya cuaca yang telah pergi hilang entah kemana
pada rimbun dedaunan
pohon yang menjulang
dan hujan tropis sepanjang tahun
semua hilang karena keserakahan aku sendiri
karena kebodohan aku sendiri
karena ke egoisan aku sendiri


"aku ingin menerjang kehidupan, menantang tantangan, menginjak-injak ketakutan, dan menangisi kesedihan.."


prajurit malam